Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar karantina dan SOP ekspor untuk menjaga kualitas komoditas unggulan Sulteng agar mampu bersaing di pasar global.
“Kualitas durian dan kelapa Sulawesi Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar Tiongkok. Jika standar karantina dijaga dengan baik, komoditas kita tidak hanya mampu menembus pasar Asia, tetapi juga Eropa,” katanya.
Kadir juga mendorong pembangunan fasilitas instalasi dan laboratorium di Sulawesi Tengah guna memastikan kualitas komoditas ekspor memenuhi standar internasional serta mendukung hilirisasi produk unggulan daerah.
Ekspor 4.077 Ton Durian ke Tiongkok
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat bahwa sejak Januari hingga 12 April 2026, Sulteng berhasil mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton senilai Rp377,5 miliar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
Anggota DPRD Sulteng Yus Mangun, Kepala Kejati Sulteng Zullikar Tanjung, Wakapolda Sulteng Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Sekprov Novalina, para kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulteng, perwakilan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), serta Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong.









Komentar