Dia juga menyampaikan bahwa seluruh usulan proyek strategis Pemprov Sulteng telah tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Selain itu, usulan tersebut telah disinergikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulteng 2025-2029, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025.
“Usulan kami telah memenuhi persyaratan perencanaan pembangunan. Karena itu, kami berharap dapat segera diikuti dengan langkah dukungan pembiayaan atau alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Sulteng turut memaparkan potensi dan kesiapan teknis masing-masing proyek.
Salah satu unggulan adalah proyek hilirisasi kelapa di Kabupaten Parigi Moutong yang diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi hingga 3,3 kali lipat.
Selain itu, kawasan perikanan tuna, cakalang, dan tongkol di wilayah Donggala, Parigi Moutong, dan Banggai Laut juga siap dikembangkan menjadi sentra ekonomi baru.
Melalui audiensi ini, Pemprov Sulteng berharap memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Pusat.
Dengan realisasi proyek-proyek strategis tersebut, target untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kontribusi Sulteng terhadap pembangunan nasional dapat segera terwujud.














Komentar