gNews.co.id – Memasuki tahun kedua kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menghadapi tantangan berat yang kompleks.
Masalah kemiskinan, hunian tidak layak, pengangguran, serta infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama yang harus ditangani secara efektif, terukur, dan komprehensif.
“Sekarang ini kita fokus dulu urus rakyat. Daerah kita masih banyak orang miskin, masih banyak rumah tidak layak huni, masih banyak pengangguran. Itu menjadi tantangan daerah. Olehnya kita fokus di situ dulu,” tegas Anwar Hafid kepada media, Ahad (17/5/2026).
Abai Isu Politik 2031, Anwar Hafid Pilih Fokus Kerja
Disinggung soal munculnya opini publik yang mulai menggiring rivalitas politik daerah menjelang Pilkada 2031, termasuk kemunculan nama Hadianto Rasyid sebagai “penantang” baru, Anwar Hafid mengaku belum memikirkan kontestasi lima tahunan tersebut.
“Insya Allah, siapapun yang merasa bisa memimpin Sulteng, tunggu saja 2031. Baru kita sama-sama ikut pilkada. Siapapun yang terpilih, kita serahkan kepada masyarakat yang menilainya,” ujar.Anwar Hafid.
Sembilan Program “BERANI” Menuju Sulteng NAMBASO
Saat ini, pemerintahan dengan tagline BERANI (Anwar-Reny) ini memfokuskan diri pada sembilan program unggulan menuju visi Sulteng NAMBASO (Nambaso berarti “bersinar” atau “terang” dalam bahasa setempat). Berikut rinciannya:
1. BERANI Cerdas
Pendidikan gratis hingga perguruan tinggi melalui program “Nambaso” (Anak Miskin Bisa Sekolah), beasiswa bagi siswa/mahasiswa dan guru, serta pelatihan generasi milenial dan Gen Z.
2. BERANI Sehat
Layanan pengobatan gratis bagi seluruh warga ber-KTP Sulteng melalui BPJS, fasilitas kesehatan untuk masyarakat miskin, pembangunan rumah sakit internasional, serta pemberian gizi/susu bagi balita berisiko stunting.
Kedua program ini dinilai langsung membantu mengurangi beban masyarakat dari sisi pembiayaan pendidikan dan kesehatan.
3. BERANI Lancar
Pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan desa sepanjang 1.000 km, pembukaan akses jalan strategis daerah, serta pengembangan kawasan agropolitan.
4. BERANI Menyala
Program kelistrikan untuk menjangkau desa-desa terpencil dan pemenuhan energi merata di seluruh Sulteng.
5. BERANI Berkah
Peningkatan kehidupan keagamaan, dukungan rumah ibadah, serta penguatan nilai religius dan kearifan lokal.
6. BERANI Makmur
Pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pertanian, dan pembukaan lapangan kerja untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan ekstrem.
7. BERANI Harmoni
Penguatan kerukunan antarwarga dan menjaga kelestarian lingkungan serta tata ruang berkelanjutan.
8. BERANI Sejahtera
Perlindungan sosial, penyediaan lapangan pekerjaan, dan peningkatan pendapatan masyarakat luas.
9. BERANI Berintegritas (BERANI Samporoa)
Tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan antikorupsi melalui Command Center Berani Samporoa sebagai pusat kendali dan respons cepat aduan masyarakat.
Realisasi Beasiswa BERANI Cerdas 2025
Pada tahun 2025, program Beasiswa BERANI Cerdas telah menjangkau 23.569 mahasiswa dengan rincian:
· Universitas Tadulako (Untad): 10.768 mahasiswa
· UIN Datokarama Palu: 2.173 mahasiswa
· Sisanya tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia
Baca: Gubernur Anwar Hafid: Pembangunan Harus Berlandaskan Spiritual, Bukan Sekadar Fisik








Komentar