gNews.co.id – Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, memperketat pengawasan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) secara langsung di lapangan, khususnya di kawasan industri strategis Morowali.
Pengawasan intensif ini merupakan bagian dari komitmen serius Pemerintah Provinsi untuk mencegah praktik TKA ilegal dan memastikan perlindungan serta hak yang adil bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
“Kita tidak main-main. Barusan tadi kita selesai zoom meeting, ini staf saya masih ada di lapangan melakukan pengawasan terhadap TKA,” tegas Gubernur Anwar Hafid, Ahad (25/01/2026), menekankan bahwa kegiatan pengawasan tetap berjalan meski di hari libur.
Keseriusan komitmen ini dibuktikan dengan aktivitas pemantauan yang terus berjalan hingga Ahad malam.
Gubernur Anwar Hafid secara intensif berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk memastikan seluruh aktivitas di lapangan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Biar hari Minggu ini, jam 8 malam, saya masih memantau apa yang mereka lakukan di lapangan. Sudah dua hari saya tugaskan tim khusus untuk pantau langsung ke kawasan industri Morowali, memeriksa aspek ketenagakerjaan baik bagi TKA maupun TKI,” ungkapnya.
Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak ingin daerahnya kembali menjadi sorotan nasional akibat permasalahan TKA ilegal.
Menurutnya, ketertiban dan kepastian hukum di sektor ketenagakerjaan adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar.
“Kita tidak ingin ada TKA ilegal yang beroperasi di Sulawesi Tengah. Kita tidak mau lagi Sulawesi Tengah ini menjadi sumber pemberitaan soal adanya TKA ilegal atau sebagainya,” tegas Anwar Hafid.
Baca: Tinjau Dapur MBG di Parigi Moutong, Gubernur Anwar Hafid Dorong Pakai Bahan Baku Lokal








Komentar