IndiHome juga telah membentangkan serat optik sepanjang 170.885 kilometer (106.185 kilometer serat optik domestik dan 64.700 kilometer serat optik internasional) atau setara dengan 4 kali keliling bumi. Selain itu IndiHome memiliki kekuatan layanan yang prima dengan dukungan lebih dari 16.800 teknisi.
Seperti dikatakan oleh VP Marketing Management Telkom, E Kurniawan bahwa IndiHome terus berupaya untuk mengembangkan peningkatan layanan. Karena itu, IndiHone juga menghadirkan berbagai inovasi yang mengutamakan kepuasan pelanggan.
Selain program UL:DL dan HSSP, kami juga mengembangkan digitalisasi layanan hingga customer care, Ini menjadi solusi yang ditawarkan oleh IndiHome kepada pelanggannya yang kebutuhan konsumsi internetnya kian terus meningkat,” tutur E Kurniawan.
Meski demikian, IndiHome memiliki cara unik untuk menggaet pelanggan dengan mengusung konsep Window of Entertainment. Misalnya menyediakan konten menarik yang bekerja sama dengan 14 OTT partner seperti Netflix, MOLA, Vidio, WeTV, serta memiliki variasi paket sesuai kebutuhan pelanggan.
Sementara, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif yang hadir dalam talk show ini mengatakan bahwa sebagian besar rumah tangga di Indonesia sudah atau akan segera memiliki akses ke penyedia layanan broadband tetap yang cepat dan andal.
“Kompetisi sudah meluas sampai ke luar Pulau Jawa, dengan semakin banyaknya peralihan aktivitas masyarakat dari offline ke online. Meski demikian, perang harga layanan fixed broadband masih dalam batas wajar dan APJII sangat mendukung agar pemerintah terus mengawasi hal ini,” ujar Arif.
Sarwoto Atmosutarno, selaku Ketua Umum Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) menyebutkan bahwa untuk fixed broadband jaringannya terbuka dan saling terhubung. Ini membuat pelanggan cendrung bakal survei dahulu mulai ada tidaknya jaringannya hingga kualitasnya.








Komentar