Terkait dengan dugaan adanya keterlibatan aparat dalam PETI di Desa Lobu itu, Revaldi juga meminta agar pihak Propam Polda Sulteng menindak tegas jika benar ada aparat yang mem-back up kegiatan ilegal itu.
Dengan adanya tindakan tegas terhadap oknum-oknum aparat yang terlibat PETI, maka hal itu bisa menjadi warning bagi oknum aparat lainnya agar tidak main-main dengan menjadi beking kegiatan aktivitas pertambangan ilegal di mana pun di wilayah Sulteng.
“Tindakan tegas dari Propam Polda Sulteng apabila benar ada oknum aparat yang terlibat sebagai beking PETI, akan menjadi perhatian bagi aparat lainnya untuk tidak melakukan hal itu lagi kedepannya,” tandasnya.
Seperti diketahui, aktivitas PETI di Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulteng kini sudah menjadi sorotan, karena diduga melibatkan sejumlah pihak, termasuk dugaan adanya oknum aparat yang melindungi pelaku aktivitas PETI di Desa Lobu itu.
Informasi terbaru yang dihimpun, saat ini para pelaku PETI sedang berhenti beraktivitas guna menghindari adanya penertiban.
Sumber tim media yang namanya dirahasiakan menduga, ada okum aparat Polres Parigi Moutong yang menghimbau agar para pelaku PETI dan pemilik alat berat menyembunyikan alat berat mereka untuk sementara.
“Disuruh berhenti dulu sementara waktu. Excavator disuruh sembunyikan di tempat aman,” ungkap sumber.








Komentar