Presiden juga mengkritisi perlakuan dunia internasional terhadap negara-negara Muslim, terutama dalam isu hak asasi manusia yang dinilai sering kali tidak berlaku adil terhadap umat Muslim.
“Hak asasi manusia bukan untuk orang Muslim. Ini kenyataannya, sangat menyedihkan. Mari kita kerjakan apa yang kita bisa, tapi tetap lihat realitanya dan jujur dengan diri kita sendiri,” tegas Prabowo.
Komitmen Indonesia untuk Kerja Sama Negara Muslim
Sebagai penutup, Presiden Prabowo kembali menyerukan persatuan, kerja sama yang erat, dan kesadaran kolektif atas tantangan global yang dihadapi umat Muslim.
Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus berkomitmen untuk memperkuat solidaritas antarnegara Muslim.
“Indonesia akan berusaha semaksimal mungkin, dengan cara apa pun yang kita bisa, tapi saya mendorong persatuan. Saya mendorong kerja sama,” tandasnya.
Pidato tegas Presiden Prabowo ini mendapat sambutan hangat dari para peserta KTT D-8, menandai langkah penting dalam upaya memperkuat solidaritas dunia Islam di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Baca: Keputusan Strategis Rakernas ke-3 JMSI: Kawal Astha Cita Prabowo Subianto Menuju Indonesia Emas








Komentar