Ia menyatakan bahwa keberadaan bandara khusus di PT IMIP Morowali merupakan bentuk dari pengkhianatan terhadap bangsa dan negeri ini.
“Kejar dan pertanyakan ke mereka kenapa bisa diberikan ruang atau akses seperti itu. Mengutip pernyataan Pak Menhan, tidak boleh ada negara dalam negara,” ujar ART.
Ia menutup pernyataannya dengan kembali mendesak pengusutan tuntas.
“Sekali lagi, harus diusut ini. Apa alasan dan latar belakang sehingga ada fasilitas seperti ini,” tandasnya.
Dugaan Kerugian Negara dibiarkan kecolongan untuk kepentingan tertentu, merugikan negara dan daerah (Sulteng/Morowali).
Pihak yang DituntutPejabat pemegang kebijakan saat itu, dari tingkat pusat hingga Gubernur dan Bupati. Penegasan prinsip “Tidak boleh ada negara dalam negara”.
Keberadaan bandara khusus dianggap sebagai pengkhianatan.













Komentar