gNews.co.id – Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat atau PP HPA mengecam keras pernyataan Fuad Plered yang diduga menyebut Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua sebagai “pengkhianat dan monyet.”
Pernyataan ini memicu reaksi keras dari warga Abnaul Khairaat di seluruh Indonesia, khususnya para pengurus HPA.
Ketua PP HPA, Ashar Yahya, menuntut Fuad segera meminta maaf secara terbuka kepada warga Alkhairaat serta mencabut pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa ucapan tersebut tidak hanya melukai perasaan keluarga besar Alkhairaat, tetapi juga dapat memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Dalam menjaga keutuhan NKRI yang dikenal sebagai bangsa yang toleran, setiap individu harus berhati-hati dalam berbicara. Pernyataan yang merendahkan tokoh agama dan pendiri lembaga pendidikan besar seperti Alkhairaat sangat tidak bisa diterima,” ujar Ashar Yahya.
Diketahui, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua merupakan pendiri Alkhairaat, lembaga pendidikan dan dakwah terbesar di Indonesia Timur yang berpusat di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Alkhairaat memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berpendidikan dan berakhlak di Indonesia khususnya di bagian Timur Indonesia.
Selain meminta permohonan maaf dari Fuad, Ashar juga mendesak aparat penegak hukum untuk memanggil dan memproses Fuad Plered atas pernyataannya yang dianggap sangat provokatif.
“Hukum harus ditegakkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Fuad Plered terkait desakan permintaan maaf tersebut.
Baca: GP Ansor Kecam Keras Komentar Provokatif Fuad Plered soal Guru Tua














Komentar