Menurutnya, penyelenggaraan IPXC 1st Series Salena 2026 menjadi tonggak bersejarah karena untuk pertama kalinya provinsi ini dipercaya menggelar kejuaraan paralayang berskala internasional.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Sulteng, khususnya Puncak Salena, sebagai destinasi olahraga dirgantara bertaraf internasional,” ujar Husain membacakan sambutan Gubernur Anwar Hafid.
Target Emas PON 2028 dan Unggulan Baru
Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, menyebut event ini sebagai bukti nyata bahwa atlet paralayang daerahnya mampu bersaing di level global. Ia juga mengingatkan capaian manis Sulteng yang berhasil menyabet medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.
“Paralayang kini menjelma menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Sulteng. Ke depan, kami optimistis prestasi akan terus meningkat dan menargetkan hasil lebih baik lagi pada PON 2028 mendatang. Kami ingin terus mengharumkan nama daerah di kancah dunia,” tegas Fathur.
Diikuti 7 Negara dan 11 Provinsi
Kejuaraan ini diikuti oleh total 74 peserta, yang terdiri atas atlet mancanegara dari tujuh negara: Singapura, China, China Taipei, Korea Selatan, Australia, dan Vietnam. Selain itu, peserta dari 11 provinsi di Indonesia juga turut memeriahkan ajang ini. Kehadiran atlet internasional diyakini tidak hanya mempromosikan Sulteng, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor sport tourism.
Sarana Tingkatkan Kualitas Atlet Lokal
Ketua Paralayang Pusat Indonesia, Asgaf Umar, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan sarana vital untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding atlet lokal.
“Selain untuk meningkatkan prestasi, kejuaraan ini juga efektif memperkuat promosi pariwisata dirgantara di kawasan Salena,” ujar Asgaf.
Melalui penyelenggaraan IPXC 2026, Sulawesi Tengah tidak hanya mengukuhkan eksistensinya di peta olahraga paralayang nasional, tetapi juga perlahan memperkuat posisi sebagai destinasi sport tourism global yang patut diperhitungkan.
Baca: Sambutan Hangat Ketum KONI Sulteng untuk Atlet ASKI Peraih Dua Emas, Fathur Razak: Ini Baru Mantap








Komentar