Para penerima manfaat seperti Marwan (FKIP Untad), Diat Fauzan (Fakultas Teknik Untad), serta Wiwik dan Indah (Universitas Lamadjido) mengaku sangat terbantu.
Beasiswa ini meringankan beban biaya pendidikan seperti UKT, hingga mampu membiayai program studi berbiaya tinggi seperti Fakultas Kedokteran.
“Kami merasa pemerintah tidak menutup mata terhadap keluhan biaya pendidikan. Program ini adalah komitmen nyata untuk mencetak generasi penerus yang berkualitas,” ujar salah satu penerima manfaat.
Kritikan DPRD Jadi Motivasi
Meski diapresiasi masyarakat, program BERANI Cerdas sempat mendapat kritikan tajam dari sejumlah anggota DPRD Sulteng, termasuk Marselinus (Fraksi PDIP-Perindo, Dapil Palu) dan Suryanto (PDIP, Dapil Banggai Bersaudara) yang meminta evaluasi dan penghentian sementara.
Menanggapi hal itu, Anwar Hafid justru mengucapkan terima kasih.
“Kritikan dari mana pun menjadi motivasi untuk lebih menyukseskan 9 program BERANI. Kami tidak perlu berbalas pantun di ruang publik, tapi menjawab kritikan dengan kinerja yang makin baik. Kritikan itu adalah bentuk kecintaan mereka terhadap daerah ini,” tegas Anwar Hafid.
Mantan Bupati Morowali dua periode itu mengakui bahwa tujuh program BERANI lainnya masih dalam tahap pelaksanaan dan belum maksimal karena usia pemerintahan yang baru memasuki tahun kedua.
“Tapi yang pasti, cepat atau lambat, insya Allah akan terwujud melalui kerja keras dan kolaborasi semua pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ajakan Kepada Seluruh Kepala Daerah
Anwar Hafid mengajak seluruh kepala daerah di Sulawesi Tengah untuk fokus menjalankan tugas pelayanan masyarakat dan pembangunan.
“Insya Allah siapapun punya hak dan kesempatan yang sama untuk bercita-cita memimpin Sulteng. Mari fokus urus rakyat kita. Kalau kita berhasil bekerja di daerah, pasti rakyat Sulteng akan bersimpati. Masyarakat Sulteng adalah masyarakat yang sudah sangat cerdas dalam berpolitik,” tandas mantan anggota DPR RI itu.










Komentar