Ia menegaskan bahwa infrastruktur yang baik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah, seperti orang tua, harus memastikan warganya tetap terlayani meski dalam keterbatasan.
“Kalau ada jalan provinsi yang rusak, itu tanggung jawab gubernur. Saya tidak mau di akhir masa jabatan nanti masih ada jalan provinsi yang berlubang dan tidak layak digunakan masyarakat,” ungkapnya.
Apresiasi DPRD dan Bupati, Ajakan Awasi Proyek
Gubernur menyampaikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Sulteng yang mendukung penuh program ini. Dukungan serupa juga datang dari para bupati, termasuk Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, yang dinilai konsisten mengawal ruas Palu-Kulawi.
“Di tengah efisiensi anggaran, kami sangat mengapresiasi komitmen Bapak Gubernur. Jalan yang baik membuka peluang ekonomi dan mempercepat kemajuan daerah. Masyarakat Sigi tentu merasakan langsung manfaatnya,” ujar Rizal.
Anwar Hafid juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan proyek. Menurutnya, pembangunan yang menggunakan uang rakyat harus terbuka terhadap pengawasan publik.
“Kalau ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, volumenya kurang, campurannya tidak bagus, laporkan. Itu uang rakyat, sehingga rakyat juga berhak mengawasi,” tandasnya.
Seluruh proyek akan didampingi aparat pengawas dan penegak hukum untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Target Program BERANI Lancar
Melalui Program BERANI Lancar, Pemprov Sulteng menargetkan:
· Peningkatan kemantapan jalan provinsi,
· Penurunan biaya logistik antarwilayah,
· Percepatan distribusi komoditas unggulan daerah,
· Pembukaan akses kawasan terpencil,
· Penguatan konektivitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Sulteng.
“Kami mungkin tidak bisa memuaskan semua orang. Tetapi kami akan memastikan pembangunan ini dirasakan oleh rakyat. Itu yang menjadi tanggung jawab kami,” tutup Gubernur Anwar Hafid.








Komentar