Adapun kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan teknik budidaya jagung dengan menerapkan GAP, pemberian akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun tabung tanam (crowdfunding).
Arsjad menyebut, kebun percontohan seluas 15 hektare dengan produktivitas di atas 7 ton per hektare, kemitraan dengan peternak sebagai pembeli untuk menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi digital untuk pembangunan Ekosistem Jagung Smart 4.0 yang merupakan program terintegrasi multi pihak untuk mendorong percepatan hilirisasi industri jagung di Sulteng.
Ketua Kadin Kabupaten Donggala, Rahmad M. Arsyadmengatakan Inovasi Ekosistem Jagung Smart 4.0 adalah salah satu konsep unggulan dalam program ini.
Konsep ini tidak hanya berfokus pada meningkatkan produktivitas komoditas lokal, tetapi juga membentuk sinergi.
Baca: Kadin Donggala masukan 100 umkm ke pasar digital draiv








Komentar