Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran satgas ini juga merupakan bagian dari upaya edukatif agar literasi digital masyarakat semakin meningkat.
“Kami ingin memberikan edukasi agar masyarakat mampu membedakan mana informasi yang sesuai fakta dan mana yang tergolong hoaks. Harapannya, satgas ini dapat menjadi jembatan informasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfosantik Sulteng, Wahyu Agus Pratama, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjalankan tugas satgas.
Menurutnya, kolaborasi yang solid antara pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, dan media menjadi kunci utama keberhasilan program literasi informasi ini.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat serta optimalisasi platform Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap badan publik.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung percepatan literasi informasi sekaligus memperluas penyebarluasan konten positif kepada masyarakat Sulteng.














Komentar