Satgas Hilirisasi dan Untad Gelar Lokakarya, Ridha Saleh: Tujuannya adalah Mengakhiri Dekolonisasi Ekonomi

gNews.co.id –  Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional bersama Universitas Tadulako (Untad) menggelar lokakarya bertajuk “Kolaborasi Nyata, Manfaat Merata: Menyelesaikan Hambatan Sosial dan Lingkungan, Mengoptimalkan Manfaat Hilirisasi” di Aula FKIP Untad, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan ini menyoroti aktivitas perusahaan pertambangan PT CPM di Kota Palu dan Kabupaten Morowali.

Lokakarya tersebut dihadiri sejumlah akademisi, perwakilan NGO, mahasiswa, masyarakat, aktivis lingkungan, OPD Pemprov Sulawesi Tengah, perusahaan swasta, dan BUMD. Acara ini difasilitatori dan dimoderatori oleh Prof. Nur Sangadji serta Dedi Irawan.

Wakil Rektor Universitas Tadulako, Prof. Andi Rusdin, membuka acara dan menegaskan bahwa hilirisasi penting karena memberikan banyak manfaat ekonomi.

Namun, ia menekankan bahwa menjaga keberlanjutan lingkungan hidup juga tidak kalah penting.

“Universitas Tadulako berkewajiban ikut mendorong riset dan inovasi dalam menata dan membangun ekosistem hilirisasi,” ujar Prof. Rusdin dalam sambutannya.

Tim Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Mohamad Ridha Saleh dalam pengantarnya menyatakan bahwa hilirisasi merupakan kelanjutan dari program pemerintah sebelumnya.

Pemerintah saat ini, lanjutnya, menekankan hilirisasi sebagai tugas sejarah dan mandat konstitusi.

“Tujuannya adalah mengakhiri dekolonisasi ekonomi, menjaga kedaulatan bangsa, serta mensejahterakan rakyat. Secara konstitusional, hilirisasi merupakan penggejawantahan Pasal 33 UUD 1945,” tegas Ridha Saleh.

Baca: Pemprov Sulteng Gercep Urus KPN, Wagub Reny Bersama Ridha Saleh Tinjau Lokasi

Komentar