gNews.co.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam Satuan Tugas Pemberantasan Korupsi dan Hukum (Satgas PKH).
Presiden Prabowo Subianto pun memberikan apresiasi langsung atas kinerja tersebut.
Namun, di balik pengakuan itu, muncul kritik tajam terkait ketidakseimbangan perhatian negara terhadap aparat penegak hukum.
Sekretaris Jenderal Laskar Merah Putih (LMP), Abdul Rachman Thaha, menilai bahwa Presiden justru memperlihatkan ketidakpekaan saat berpidato di Gedung Kejagung, Kamis (15/5/2026).
Menurutnya, alih-alih fokus mengapresiasi insan Kejaksaan, Presiden justru mengumumkan rencana peningkatan kesejahteraan untuk lembaga peradilan lain.
“Di gedung Kejagung, Presiden malah meworo-worokan perhatian yang telah negara berikan kepada jajaran Mahkamah Agung. Misalnya, bagi para hakim akan dibangunkan sarana guna meningkatkan standar kesejahteraan hidup mereka,” tulis Abdul Rachman yang akrab disapa ART melalui pesan singkat, Sabtu (16/5/2026).
ART juga menyoroti bahwa Presiden telah menjanjikan tindak lanjut atas rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri untuk jajaran kepolisian. Namun, dua institusi penting lainnya, yakni Kejagung dan otoritas pemasyarakatan, seolah tercecer dari peta perhatian negara.
“Ketika beberapa subsistem dalam sistem peradilan pidana korupsi telah diberi perhatian yang menenteramkan hati, subsistem lainnya seyogianya memperoleh pemuliaan serupa. Pada vakumnya atensi Presiden itulah saya berempati pada para jaksa,” ujar ART.
Ia menekankan bahwa selama ini para jaksa tidak banyak berkeluh kesah. Namun, secara manusiawi, kerja keras mereka dalam mendatangkan triliunan rupiah ke kas negara serta mengembalikan ribuan hektar lahan hutan layak mendapatkan apresiasi yang proporsional.
“Firasat saya, cepat atau lambat, jaksa-jaksa kita akan merasakan bahwa kerja keras mereka selama ini belum mendapatkan apresiasi yang setimpal. Profesionalisme tidak boleh abai pada penghargaan bagi mereka yang telah bekerja dengan baik,” tegasnya.
Baca: ART Kader Muda Potensial: Pionir Demokrat Sulteng 2029














Komentar