Ia mengatakan, tancap gas WRK dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan diduga hanya terjadi di awal pekerjaan.
“Namun belakangan cara kerja PT WRK semakin lama semakin lamban,” tutur Rifaldi dalam keterangannya kepada media ini, Kamis (4/5/2023).
Terlebih lagi pada item-item pelaksanaan pekerjaan di lapangan, meliputi rabbat beton, pembuatan serta pasangan blok beton.
Pekerjaan itu sebagai penangkal longsor atau abrasi, kemudian pekerjaan susunan batu dalam bentuk sebagai penahan ombak.
“Selain itu pekerjaan Box Culvert sebagai pekerjaan penggantian jembatan dengan metode kerja Box culvert,” ungkapnya.
Rifal menjelaskan, bukan itu saja, pekerjaan pemeliharaan rutin jembatan serta jalan pun tak luput atas item pekerjaan yang harus dilaksanakan PT WRK.
Baca: Cerita Warga Buruknya Proyek Rp 13,8 Miliar Milik BPJN IV Palu








Komentar