Gubernur Anwar Hafid juga menegaskan posisinya sebagai mitra strategis bagi seluruh bupati dan walikota di Sulteng. Ia menyatakan kesiapannya untuk menjadi ‘tenaga bantuan’ kapan pun dibutuhkan.
“Jadikan gubernur tenaga bantuan, karena pemilik rakyat sesungguhnya adalah bupati dan walikota,” ungkapnya, menunjukkan kerendahan hati sekaligus komitmen kuat untuk mendukung penuh pemerintah kabupaten/kota.
Dia meyakini, dengan kebersamaan dan kekompakan yang terus terjaga antara gubernur dan para kepala daerah, Sulteng akan mampu berlari lebih kencang menuju kemajuan.
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, menunjukkan dukungan luas bagi para pemimpin baru.
Tampak hadir Anggota DPR RI dan DPD RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Gubernur Sulteng periode sebelumnya yakni Rusdi Mastura dan Longki Djanggola, Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, para bupati dan walikota se-Sulteng, Ketua TP-PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan.
Jajaran pejabat utama provinsi dan kedua kabupaten, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai pemangku kepentingan dan mitra kerja terkait.
Kehadiran mereka menjadi simbol harapan kolektif untuk masa depan Parigi Moutong, Banggai, dan Sulteng yang lebih cerah.
Baca: Gubernur Sulteng Instruksikan Bupati Donggala Tangani Banjir Bandang di Wombo Kalonggo








Komentar