gNews.co.id – Momentum bersejarah berskala nasional bersiap diukir di Bumi Tadulako. Untuk pertama kalinya dalam sejarah organisasi, Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi dipercaya mengemban amanah sebagai tuan rumah Sidang Tanwir Muhammadiyah sekaligus peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah. Perhelatan akbar itu dijadwalkan berlangsung di Kota Palu pada 19–21 November 2026.
Gelaran tersebut dijadwalkan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran menteri dari kalangan Muhammadiyah.
“Kalau untuk kehadiran Bapak Presiden, itu murni gawaian Pimpinan Pusat. Nanti kita menunggu. Yang pasti Pimpinan Pusat menjadwalkan, mengagendakan kehadiran Bapak Presiden,” ujar Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Tengah H. Muh. Amin Parakkasi dalam konferensi pers di Kampus Unismuh Palu, Ahad (20/9/2026).
Dia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, pada tahun ini untuk pertama kalinya Sulawesi Tengah, melalui Pimpinan Wilayah Sulawesi Tengah, mendapat amanah sebagai tuan rumah Tanwir Muhammadiyah,” katanya.
Amin menjelaskan, Tanwir adalah permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar. Perjuangan PW Muhammadiyah Sulteng untuk merebut tiket tuan rumah bukanlah proses instan.
Ia membeberkan bahwa pihaknya melalui tahapan panjang, mulai dari pengajuan proposal hingga lolos verifikasi tim survei Pimpinan Pusat.
Kunci keberhasilan itu, lanjutnya, tidak lepas dari soliditas dan kemandirian organisasi yang ditopang kesiapan amal usaha Muhammadiyah, khususnya sektor perguruan tinggi, yakni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu dan Universitas Muhammadiyah Luwuk, yang memberikan rekomendasi penuh.
Kompleks Universitas Muhammadiyah Palu, khususnya Gedung Banua Kaili Unismuh Palu, dipastikan menjadi arena utama penyelenggaraan Tanwir.
Penunjukan lokasi itu dinilai sangat representatif, mengingat infrastruktur Kota Palu pascagempa 2018 telah bangkit jauh lebih maju, mulai dari akses jalan yang mulus hingga ketersediaan hotel berbintang yang memadai untuk menampung tamu nasional.
Ada hal unik dan membanggakan dalam Tanwir kali ini. PP Muhammadiyah secara khusus terinspirasi kearifan lokal Tanah Kaili, yakni daun kelor, yang kemudian diabadikan sebagai desain utama logo resmi Tanwir serta diaplikasikan dalam corak batik khusus warga Muhammadiyah.
“Setelah dianalisis, ternyata kearifan lokal daun kelor ini sangat berbanding lurus dengan Muhammadiyah. Kelor itu sederhana, banyak manfaatnya, dan gampang tumbuh. Insya Allah, sebentar lagi akan ada pencanangan penanaman 114 pohon kelor per ruko,” jelas Amin.














Komentar