gNews.co.id, – Lagi-lagi masyarakat mempertanyakan kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Banggai Kepulauan
Kali ini sorotan tertuju pada proyek pembangunan talut atau tanggul pantai di Desa Kombutokan yang baru dibangun, namun sudah mengalami kerusakan parah meski belum genap satu tahun sejak pengerjaan.
Talut yang dibangun untuk menahan abrasi tersebut dilaporkan telah porak-poranda dihantam ombak.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait perencanaan teknis, kualitas material, hingga pengawasan proyek oleh dinas terkait.
Saat awak media melakukan klarifikasi pada Minggu, 4 Januari 2026, salah seorang warga Desa Kombutokan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan melalui sambungan telepon bahwa proyek tersebut mulai dikerjakan pada 8 Agustus 2025.
Namun, hasilnya dinilai jauh dari harapan dan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang dikucurkan.
Warga tersebut menduga adanya ketidaksesuaian pekerjaan dengan standar spesifikasi teknis serta mengarah pada praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam kegiatan pembangunan rekonstruksi bangunan pasang surut pantai Desa Kombutokan.
Adapun data proyek yang dipersoalkan, yakni :
Pekerjaan: Rekonstruksi Bangunan Pasang Surut (Tanggul Pantai) Desa Kombutokan
Nomor Kontrak: 360/38/KONT/RR-HIBAH/APBD
Tanggal Kontrak : 8 Agustus 2025
Nilai Kontrak : Rp3.326.078.195,95
Sumber Dana : Hibah
Tahun Anggaran : 2024 (Masa Pelaksanaan 2025) Pelaksana : CV Bhineka Bangun
Konsultan Pengawas : CV Babasal Teknik Konsultan masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh.
Warga juga meminta agar pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi segera ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak kontraktor, konsultan pengawas, maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait.
Kondisi ini semakin memperkuat tuntutan warga agar pihak-pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik.
Masyarakat Desa Kombutokan mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut, mengingat anggaran yang digunakan tergolong besar, namun hasil pembangunannya dinilai amburadul dan diduga hanya menguntungkan pihak tertentu.(DQ74)






Komentar