gNews.co.id,- PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Pagimana kembali menggelar kegiatan rutin Top Drill Abandon Ship atau latihan meninggalkan kapal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh awak kapal dan pemangku kepentingan dalam menghadapi kondisi darurat di laut.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) di Pelabuhan Ferry Pagimana, Kabupaten Banggai, ini merupakan agenda wajib tahunan PT ASDP yang dilaksanakan serentak di seluruh cabang di Indonesia sesuai standar keselamatan pelayaran internasional.
Latihan tersebut diikuti oleh Kapten, para perwira dan ABK KMP Moinit, General Manager ASDP Agus Joko beserta jajaran dan staf kantor cabang, Syahbandar Pagimana, Basarnas, petugas kesehatan, Polsek Pagimana, BPTD serta Karantina.
Dalam simulasi, digambarkan terjadi kebakaran di atas kapal yang semakin membesar dan gagal dipadamkan. Melihat kondisi tersebut, kapten kapal memerintahkan seluruh perwira dan ABK untuk segera mengevakuasi penumpang dengan prosedur meninggalkan kapal.
Selanjutnya, proses penyelamatan dilakukan oleh Syahbandar dan Basarnas setelah menerima informasi dari petugas darat. Sementara penumpang yang mengalami cedera mendapat penanganan dari tim kesehatan sebelum dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit.
Supervisor ASDP Pagimana, Arif, mengatakan latihan seperti ini sangat penting untuk memastikan seluruh kru memahami prosedur keselamatan sehingga keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Keselamatan penumpang adalah yang paling utama. Karena itu seluruh kru dan ABK harus terus melakukan latihan seperti ini secara berkala agar siap menghadapi situasi darurat kapan saja,” tegas Arif.
Meski baru beberapa bulan menjabat sebagai Supervisor ASDP Pagimana, Arif mengaku terus melakukan pemantauan terhadap setiap keberangkatan kapal guna memastikan seluruh aspek keselamatan telah terpenuhi sebelum kapal diberangkatkan.
Ia juga mengungkapkan bahwa ASDP saat ini terus melakukan pembenahan fasilitas di atas KMP Moinit. Berbagai peningkatan dilakukan, mulai dari perbaikan tempat tidur hingga fasilitas kamar mandi agar memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpang selama pelayaran.
Dalam latihan tersebut juga disosialisasikan prosedur keadaan darurat kepada seluruh peserta. Saat terjadi kondisi membahayakan, alarm dibunyikan dengan tujuh tiupan pendek dan satu tiupan panjang yang dilanjutkan dengan pengumuman dari nakhoda.
Seluruh awak kapal dan penumpang kemudian diarahkan menuju muster station atau titik kumpul sebelum proses evakuasi dilakukan secara tertib menggunakan sekoci penyelamat maupun rakit penolong.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh personel kapal maupun stakeholder terkait mampu bertindak cepat, terkoordinasi dan profesional apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat di wilayah kapal maupun perairan, sehingga keselamatan jiwa seluruh penumpang dapat terjamin.(DQ74)












Komentar