Ia juga mencontohkan kisah sukses Rusdi Kirana, pendiri Lion Air Group, yang membuktikan bahwa kegigihan dan ketahanan menjadi kunci berkembangnya bisnis.
Apresiasi turut datang dari DPN APINDO
Johnwei Mulyono, Ketua Komite Pendidikan Luar Sekolah Berbasis Masyarakat Bidang Pendidikan & Keterampilan DPN APINDO, menilai langkah Wijaya sejalan dengan program “Pengusaha Mengajar”.
“Lewat storytelling, kami ingin menanamkan bahwa tidak ada yang instan dalam entrepreneurship. Karakter dan human values tetap harus jadi fondasi, meski dunia semakin maju dengan teknologi dan kecerdasan buatan,” jelasnya.
Selain itu, Wijaya juga memaparkan lima kunci sukses komunitas Tionghoa dalam dunia perdagangan, yakni caiyo (semangat), cuan (keuntungan berkelanjutan), cengli (kejujuran), cincai (fleksibilitas), dan cing (relasi dan rasa).
“Bisnis itu bukan hanya soal uang, tapi soal membangun relasi dan persaudaraan. Dengan cing, kita bisa menjaga loyalitas dan jaringan yang kuat,” katanya.
Melalui sinergi ini, Untad berharap implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi semakin berdampak, sejalan dengan tagline Kemendiktisaintek, yakni “Diktisaintek Berdampak”.










Komentar