Menurutnya ini langkah awal yang baik untuk kemudian bisa bekerjasama kedepannya, dan saling menjaga. Ia menekankan, masyarakat Poboya masyarakat mau diatur,
” Dengan adanya kesepakatan hari ini, kami sangat bersyukur dan menjadi langkah awal kedepannya lebih bagus ,” katanya.
Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk bisa saling mengerti. “Kalau ada persoalan mari kita bicarakan,” imbuhnya.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Poboya Herman Repadjori memgatakan, pembukaan blokade jalan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergitas Tokoh -tokoh masyarakat, LPM , adat , pemuda dan selaku fasilitator Hidayat Lamakarate dan Kapolresta Palu.
Baca : Diduga Ungkap Kegiatan Perusahaan Tambang di Luar IUP, Aktivis Ini Dilapor ke Polda Sulteng
Maka dengan dibukanya blokade jalan ini, katanya, masyarakat sudah dapat beraktivitas pada lokasi telah disepakati. Dan masyarakat mulai terlihat sumringah dan bergairah kembali setelah hampir delapan bulan terlihat suram dan lesu sebab tidak ada pemasukan sama sekali.
”Wajah-wajah mereka sudah mulai ceria,” ucap Herman sambil tersenyum.
Olehnya, selaku Ketua LPM dan masyarakat berterima kasih atas dibukannya lokasi tambang, sehingga roda perekonomian masyarakat kembali bergerak.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat dan penambang patuhilah apa telah diputuskan dewan adat dan apa yang dilarang PT.CPM .
” Mari kita menjaga itu, agar tidak terjadi lagi hal-hal tidak diinginkan,” tandasnya.
Sumber | Media Alkhairaat.id
Editor | MAHBUB














Komentar