Kebun Percontohan Dinas TPHP Kembangkan Semangka Varietas Unggul Siap Panen dalam 55 Hari

gNews.co.id,- Kebun Percontohan Ale’to milik Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai terus menjadi pusat pengembangan berbagai komoditas pertanian unggulan.

Tahun 2026 ini, Dinas TPHP mulai mengembangkan budidaya semangka varietas unggul yang diproyeksikan mampu dipanen dalam usia 55 hingga 60 hari.

Selain ditanami komoditas tahunan seperti durian, kelengkeng dan rambutan, kawasan kebun Ale’to juga dimanfaatkan untuk tanaman produksi bulanan seperti jagung manis, cabai besar, terong dan tomat.

Penanggung jawab Kebun Percontohan Ale’to, Makotos Yakin, menjelaskan bahwa keberadaan kebun tersebut sangat membantu petani dalam mempelajari teknik budidaya berbagai komoditas unggulan.

Untuk tahun ini kami mencoba mengembangkan tanaman semangka varietas unggul dan saat ini usianya sudah memasuki dua minggu,” ujarnya kepada pewarta, Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan, dari rencana lebih dari seribu benih, saat ini telah tertanam sebanyak 548 pohon semangka di lahan yang luasnya hampir menyerupai lapangan sepak bola.

Menariknya, budidaya semangka tersebut menggunakan metode polinasi atau perkawinan bunga jantan dan betina guna menghasilkan buah berkualitas.

Varietas ini menggunakan metode polinasi atau mengawinkan bunga jantan dan bunga betina,” jelas Yakin.

Dalam proses budidaya, pihaknya menerapkan sistem bedengan dan pola mulsa untuk menjaga kelembaban tanah sekaligus mencegah pertumbuhan gulma.

Sebelum penanaman kami membuat bedengan terlebih dahulu untuk mempermudah perawatan, kemudian ditutup menggunakan mulsa,” tambahnya.

Keberadaan kebun percontohan Ale’to dinilai menjadi sarana edukasi bagi petani dalam meningkatkan keterampilan serta pengetahuan budidaya tanaman produktif.

Program tersebut juga menjadi bagian dari inovasi Dinas TPHP Banggai di bawah kepemimpinan Subhan Lanusi dalam mendukung program Gerbang Pangan yang digagas Bupati Banggai Ir. H. Amirudin dan Wakil Bupati Drs. Furqanuddin Masulili.(AM’oks69)

Komentar