gNews.co.id,- Dalam Komitmen mendukung pembangunan Pemerintah Kabupaten Banggai dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus ditunjukkan Kepala Desa Sepa, Kecamatan Pagimana, Erik P Djaga.
Memasuki periode ketiga kepemimpinannya, Erik menegaskan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung Program Gerbang Banggai yang diusung Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M. bersama Wakil Bupati Drs. H. Furqanuddin, M.M., serta Program Berani yang menjadi program unggulan Gubernur Sulawesi Tengah.
Menurut Erik, arah pembangunan Desa Sepa difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian, pemberdayaan ekonomi desa, peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan potensi wisata alam yang dimiliki desa.
Kini Desa Sepa memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Sejumlah destinasi wisata alam seperti Air Terjun Sempe, Air Terjun Tolinting, dan Air Terjun Liudo kini mulai dikembangkan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
Saat awak media menemui di Kantor Desa Sepa, Erik menceritakan awal perjalanan dirinya menjadi kepala desa pada Pilkades 2010.
Ia mengaku semula tidak memiliki keinginan mencalonkan diri, namun dorongan masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, dan dukungan keluarga membuatnya akhirnya maju sebagai calon kepala desa.
“Awalnya saya tidak berniat maju.
Tetapi masyarakat terus memberikan dorongan dan istri juga merestui. Akhirnya saya ikut mencalonkan diri dan mendapat kepercayaan masyarakat,” ungkap Erik.
Pada pemilihan tersebut, Erik memperoleh 250 suara dan mengungguli pesaingnya yang meraih 53 suara.
Kepercayaan masyarakat tersebut menjadi amanah besar baginya. Saat mulai memimpin, sekitar 95 dari 110 kepala keluarga di Desa Sepa masih masuk kategori miskin. Keterbatasan anggaran desa kala itu menjadi tantangan utama sebelum adanya Dana Desa dari pemerintah pusat.
Seiring hadirnya Dana Desa, Pemerintah Desa Sepa membentuk tim pendataan masyarakat miskin sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Program kami fokus pada pertanian, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur. Alhamdulillah, dalam beberapa tahun angka kemiskinan berhasil ditekan hingga sekitar 19 persen,” jelasnya.
Di bidang ekonomi, Pemerintah Desa memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu unit usaha yang berkembang adalah peternakan babi yang mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp90 juta dalam satu siklus penjualan.
Sementara di sektor kesehatan, pemerintah desa memastikan masyarakat memperoleh akses layanan BPJS Kesehatan, termasuk membantu warga yang mengalami kendala administrasi agar tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.
Pada bidang pendidikan, Pemerintah Desa Sepa telah membangun gedung PAUD permanen, memberikan insentif kepada tenaga pendidik, serta mendukung program pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil.
Pemerintah desa juga menyalurkan bantuan mesin ketinting dan jaring ikan kepada sekitar 10 keluarga nelayan melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Banggai sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Perkembangan pembangunan turut berdampak pada pertumbuhan jumlah penduduk. Dari sekitar 110 kepala keluarga pada awal kepemimpinannya, kini Desa Sepa telah berkembang menjadi sekitar 225 kepala keluarga.
Meski demikian, Erik berharap pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dapat memberikan dukungan pembangunan jalan produksi menuju lahan pertanian guna mempermudah petani mengangkut hasil panen.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Desa Sepa mulai memaksimalkan pengembangan Air Terjun Sempe sebagai destinasi unggulan, disusul Air Terjun Tolinting dan Air Terjun Liudo.
Keseriusan tersebut dibuktikan dengan pembentukan Satuan Tugas Pariwisata yang bertugas mengelola kawasan wisata, memperkuat promosi melalui website desa, serta memanfaatkan teknologi digital, termasuk pelatihan penggunaan drone untuk promosi destinasi wisata.
Selain itu, pemberdayaan UMKM terus diperkuat melalui bantuan peralatan produksi kepada kelompok usaha ibu-ibu pembuat kue serta pelatihan pemasaran agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Karang Taruna Desa Sepa juga memperoleh perhatian melalui bantuan peralatan bengkel dan pelatihan keterampilan guna membuka peluang usaha bagi generasi muda.
Erik menilai hubungan kerja antara Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berjalan harmonis sehingga berbagai program pembangunan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menjelang berakhirnya masa jabatan pada 2030, Erik berharap pemerintah daerah dapat membantu pengadaan ambulans desa yang dinilai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Desa Sepa juga berhasil menertibkan ternak yang sebelumnya berkeliaran di jalan melalui penerapan aturan bersama pemerintah kecamatan, sehingga mampu mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.
Harapan kami, Desa Sepa terus berkembang menjadi desa yang mandiri, maju, tetap menjaga nilai-nilai adat dan budaya, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Erik P Djaga.(DQ74)








Komentar