Bukan hanya itu, gerakan tanpa bola Ketua DMI Sulteng ini akan mengancam pesaingnya sesama anak Desa Wosu, Morowali yakni Anwar Hafid.
Jika partai-partai pemilik kursi di DPRD Sulteng itu akhirnya berada di genggaman Ahmad Ali, maka Anwar Hafid yang hanya mengandalkan 8 kursi di DPRD akan kembali menjadi penonton di Pilkada Sulteng.
Namun, gebrakan Ahmad Ali ini juga berbahaya bagi dirinya, karena dia akan menghambat calon-calon potensial lainnya seperti petahana Rusdy Mastura yang sedari awal sudah digadang-gadang akan bertarung melalalui Gerindra Sulteng.
“Gerindra Sulteng itu sudah punya calon yaitu Pak Rusdy Mastura yang saat ini masih menjadi Gubernur dan kader Gerindra,” kata Longki Djanggola beberapa pekan yang lalu.
Begitu pula Arus Abdul Karim yang pekan lalu mendapat tugas dari DPP Partai Golkar untuk maju menjadi calon Gubernur Sulteng Bersama nama lain yaitu Mohammad Irwan.
Namun yang perlu dimaklumi dari pertemuan itu adalah, ketiganya adalah kader Pemuda Pancasila yang memiliki kedekatan emosial yang sama sehingga bisa jadi pertemuan ketiganya hanya silaturahmi sesama kader Pemuda Pancasila saja.
Lantas, apa arah politik Ahmad Ali kali ini? Apakah strategi lamanya di tahun 2020 akan kembali dilakukan untuk menghambat Anwar Hafid dan membuat kandidat yang bertarung hanya dua pasangan saja?
Hanya Ahmad Ali yang Tau!
Baca: Golkar Beri Penugasan Dua Kader Balon Gubenur dan Satu Wakil Gubernur Sulteng, Berikut Nama-namanya











Komentar