Agussalim mengamati bahwa perjuangan demokrasi saat ini cenderung lebih banyak mengkritik penguasa, ketidakadilan aparatur hukum, dan produk-produk ekonomi yang menguntungkan oligarki.
Meskipun ia setuju dengan kritik-kritik tersebut, ia mempertanyakan apakah hal itu benar-benar menjadi bagian dari agenda rakyat.
Ia mengajak seluruh aktivis gerakan untuk menyatukan langkah dan fokus pada agenda puritas bersama guna mewujudkan Indonesia yang sejahtera, adil, dan berkepribadian budaya.
Agussalim menekankan pentingnya terpeliharanya kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati serta budaya.
“Silakan berantas korupsi, silakan tuntut pelanggaran HAM, silakan tuntut bagian daripada oligarki,” tegas Agussalim.
Dia menyerukan perhatian khusus dari para pejuang demokrasi terhadap krisis agraria yang terjadi, tetapi ingat, setiap jengkal tanah rakyat, terutama di Sulteng, sudah berada pada krisis paling parah, ditaplok diambil alih oleh para investasi-investasi mengatasnamakan rezim perizinan.
Baca: Terkait Dana CSR, Agussalim: Saya Tantang Kejati Terima CSR BPD Sulteng Debat Terbuka!













Komentar