Olehnya, jika ia dipercaya oleh masyarakat menjadi Gubernur Sulawesi Tengah melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) November mendatang, ia ingin pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program prioritas.
Bahkan, Ahmad Ali sudah berkeinginan membuka akses jalan ke Kecamatan Pipikoro yang selama ini hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Namun untuk merealisasikan hal itu, ia butuh dukungan, terutama izin pemerintah kabupaten.
“Ini tidak terkait Ahmad Ali mau maju gubernur, ini terkait kemanusiaan. Apapun yang terkait kemanusiaan hal lain harus kita tinggalkan, termasuk soal politik,” tegas AA.
Kabupaten Sigi yang seharusnya menjadi daerah yang akan menyangga Ibu Kota Nusantara untuk memenuhi kebutuhan logistik di sana, diyakini akan sulit terwujud jika kondisi infrastrukturnya belum mendukung.
“Bagaimana bisa logistik dibawa keluar daerah kalau akses jalannya seperti ini,” katanya.
Bukan cuma soal jalan, infrastruktur lain yang juga sangat mempengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti jaringan telekomunikasi juga masih jadi kendala, termasuk di wilayah Kecamatan Kulawi Selatan.
“Ada rasa ketidakadilan bagi masyarakat Kulawi Selatan yang diperlakukan selama ini. Penderitaan ini harus kita akhiri. Kalau daerah mau maju, infrastruktur harus bagus, jalan-jalan desa harus bagus, jaringan telekomunikasi harus bagus,” jelas AA.
Dia menegaskan, setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan di Kabupaten Sigi, yakni pembangunan infrastruktur, jaminan pertanian dan pembukaan lapangan kerja.
Untuk melakukan itu semua, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat. Sehingga dibutuhkan pemimpin yang punya jaringan luas di pemerintahan pusat untuk bisa mewujudkan hal itu.














Komentar