Bukan cuma itu, persoalan infrastruktur desa yang lepas dari perhatian pemerintah daerah juga dikeluhkan oleh kepala desa.
Kepala Desa Pomolulu, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Jufriyanto, misalnya mengeluh soal infrastruktur desa yang hingga saat ini tidak tersentuh oleh program pemerintah daerah.
Balaesang Tanjung itu kata Dia, desa terpencil, tertinggal, dan tidak tersentuh oleh pemerintah.
Kebutuhan yang mendesak seperti akses jalan dan ambulans desa. Masyarakat yang ingin berobat, ketika mau melahirkan kesulitan.
“Harus sewa mobil pribadi sampai Rp1 juta. Kita butuh kepedulian pemerintah daerah untuk itu semua,” jelas Jufriyanto.
Menanggapi keluhan itu, Ahmad Ali prihatin dengan masih banyaknya desa yang tertinggal di Sulteng.
Dia pun berharap ke depan kepala desa tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk melayani pejabat pemerintah daerah, namun program pemerintah harus pro pembangunan daerah yang di awali dari desa.
Baca: Ahmad Ali Mengajak Ribuan Masyarakat Kenali Politisi yang Membangun Daerah Sulteng








Komentar