Kawasan ini dirancang menggunakan energi terbarukan berbasis tenaga air, tanpa batu bara.
“Saya bercita-cita selama memimpin Sulawesi Tengah, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di timur, tetapi juga tumbuh kuat di barat. Dan Parigi Moutong adalah salah satu sentra yang kita siapkan,” ujar Anwar Hafid.
Komitmen Kepengurusan Baru dan Dukungan Pemerintah Daerah
Ketua Kadin Parimo yang baru, Faradiba Zaenong menyatakan bahwa amanah kepengurusan ini adalah pekerjaan besar. Kadin Parimo menargetkan kerja yang terukur, fokus, dan berdampak langsung.
“Ini bukan tentang gaya-gayaan organisasi. Ini tentang hasil. ‘Satu Rumah Satu Pengusaha’ adalah gerakan perubahan untuk membangun kemandirian ekonomi dari rumah tangga,” tegas Faradiba.
Sementara itu, Ketua Kadin Sulteng, Andi Dg Nur Rahmatu, menekankan pentingnya kolaborasi inklusif.
Ia meyakini jika 25 persen rumah tangga di Parigi Moutong menjadi pelaku usaha, daerah ini akan tumbuh menjadi kabupaten mandiri yang kuat dari desa.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa,” katanya.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bersinergi dengan Kadin sebagai mitra strategis.
Pemerintah daerah siap mendukung melalui kemudahan perizinan, kepastian regulasi, peningkatan infrastruktur, dan penguatan SDM.
“Kami melihat Kadin Parigi Moutong sangat aktif dan progresif. Ini tanda baik,” ujar Erwin.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum awal penguatan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mewujudkan Parigi Moutong yang maju, berdaya saing, dan sejahtera, sekaligus memperkokoh perekonomian Sulteng secara keseluruhan.














Komentar