Basir yang menjabat di BPD Desa Sikara menyoroti mutu dan kualitas saluran mortal tersebut.
Ia membeberkan sepanjang 30 meter, lebar dan ketebalan pondasi saluran mortal diperkirakan hanya 10 cm, bahkan hanya ditambal semen.
“Contohnya seperti ini, semuanya hanya ditempel tebal di atas, tapi tipis ke bawah,” ungkap Basir kepada wartawan, Ahad (5/2/2023).
Dengan melihat kualitas dan mutu proyek tersebut, ia menilai sudah merugikan daerah lantaran pengerjaannya hampir sama dengan yang ambruk.
Ia menduga, proyek yang dikerja PT PJA salah konstruksi dan jauh dari spesifikasi serta RAB yang ditetapkan.
“Bagaimana tidak mau roboh saya saksikan sendiri sepanjang proyek ini dikerja hanya 20 sak semen digunakan dari 60 sak yang dijanjikan. Cara pasang batunya hanya ditempel begitu saja, jadi tebal di atas,” katanya.
Basir mengaku akan mendatangi pihak BPJN yang merupakan pemilik proyek untuk melaporkan kondisi yang sebenarnya.
Ambruknya mortal itu, katanya disinyalir dikerjakan tidak maksimal, kurang fokus, detil, dan kurang hati-hati.
Bahkan sistem pengawasan dari pihak balai kurang teliti dan seolah-olah mengabaikan mutu dan kualitasnya.
Baca: Sinyalemen Kongkalikong Penerimaan Tenaga Fasilitator di Balai P2P Sulteng








Komentar