Investigasi time media di lokasi, proyek ini terindikasi gagal secara konstruksi, sebab menyisakan kerusakan dan cerita buruk dari warga.
Basir berharap pihak balai meninjau langsung kondisi saluran mortal tersebut, sebab baru sekira tiga bulan dikerjakan sudah ambruk.
“Ternyata bangunannya hanya dikerjakan asal-asalan saja. Sepanjang ini semua cara kerjanya begitu hanya ditempel begitu saja batunya. Kami minta pemerintah perhatikan ini,” tegas Basir.
Padahal kata, saluran itu hanya dilintasi air saat hujan turun, bukan disebabkan derasnya air yang mengalir.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN IV Palu, Hikma hanya menanggapi santai saat dikonfirmasi tim media.
“Makasi infonya. Segera diperbaiki oleh penyedia jasa,” jawab Hikma singkat lewat pesan aplikasi WatsApp kepada media.
Baca: Usut Sengkarut Problem Hingga Dugaan PHO Fiktif Proyek Rehab Rekon di BP2W Sulteng








Komentar