Ia menegaskan bahwa seluruh harta, waktu, dan usia Guru Tua dihabiskan untuk kepentingan umat.
“Beliau menghabiskan seluruh hidupnya untuk dakwah di jalan Allah. Apa yang beliau capai, beliau wakafkan untuk umat. Kini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan itu,” ungkap Ketua Utama.
Ia juga mengisahkan beratnya perjuangan Guru Tua menyebarkan dakwah hingga ke Maluku Utara dan Kalimantan dengan sarana transportasi yang sangat terbatas, melalui medan sulit, baik laut maupun darat.
“Bayangkan bagaimana perjuangan beliau di masa itu. Perjalanan penuh keterbatasan, namun beliau tetap memangkas kenikmatan hidup demi menyampaikan kebaikan. Dari situlah kita belajar bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa berbagi untuk sesama,” ungkapnya.
Soroti Kesejahteraan Guru dan Penataan Kawasan Haul
Gubernur Anwar Hafid juga menyoroti kondisi para guru Madrasah Diniyah Awaliyah yang masih menghadapi keterbatasan kesejahteraan.
Banyak di antara mereka yang tetap mengabdi dengan penuh keikhlasan meskipun menerima honor yang minim dan tidak menentu.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penataan kawasan haul agar lebih nyaman bagi jamaah.
“Kita ingin tempat ini lebih representatif, lebih sejuk, dan nyaman. Ini akan kita wujudkan bersama,” katanya.
Baca: Keluarga Besar Intje Ami Daeng Sutte Gelar Haul Mengenang Keteladanan Sang “Khadijah in Kaili”








Komentar