Ada beberapa pihak yang membuat citra CR7 menjadi buruk karena telah mendukung perjuang rakyat Palestina untuk merdeak dari Israel.
“Mereka telah membuang Ronaldo. Sayangnya, mereka memaksakan larangan politik kepadanya,” ujar Erdogan menjawab pertanyaan salah seorang Jurnalis pada sesi tanya jawab di sebuah universitas.
Ia melanjutkan, menurunkan CR7 hanya 30 menit di lapangan mempengaruhi psikologinya.
“Memainkan pemain seperti Ronaldo hanya pada 30 menit terakhir di lapangan tentu merusak psikisnya dan menguras energinya,” ungkapnya.
Erdogan kemudian mengaitkan kecurigaan dengan korban politik di Piala Dunia 2022 dengan kampanye dukungannya terhadap Palestina yang marak di ajang pesta bola dunia tersebut.
Sebagai seorang pesepak bola, Erdogan sangat mengagumi CR7. Sementara dari sisi kemanusiaan, Ronaldo menurutnya sangat peduli terhadap sesama.
“Ronaldo merupakan pemain yang selalu membela Palestina,” jelas Erdogan.
Baca: Gegerkan Jagat Maya, Betinho Berlabu ke Manchester United








Komentar