Seperti diketahui, aktivitas PETI di Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulteng kini sudah menjadi sorotan, karena diduga melibatkan sejumlah pihak, termasuk dugaan adanya oknum aparat yang melindungi pelaku aktivitas PETI di Desa Lobu itu.
Informasi terbaru yang dihimpun, saat ini para pelaku PETI sedang berhenti beraktivitas guna menghindari adanya penertiban.
Sumber tim media yang namanya dirahasiakan menduga, ada okum aparat Polres Parigi Moutong yang menghimbau agar para pelaku PETI dan pemilik alat berat menyembunyikan alat berat mereka untuk sementara.
“Disuruh berhenti dulu sementara waktu. Excavator disuruh sembunyikan di tempat aman,” ungkap sumber.
Diketahui, di lokasi Bengka ada dua hingga empat unit excavator yang diduga milk HB melakukan aktivitas ilegal dengan mengeruk material.
Sumber tim media menyampaikan adanya aktivitas PETI alias tambang emas ilegal di Desa Lobu dan di beberapa titik lokasi lainnya diantaranya Lemo, Bengka, Tagena dan Nasalane.
Baca: PETI di Tabong Marak Kembali, Aktivis Muda NU Nilai Polda Kurang Serius Tindak Pelaku














Komentar