gNews.co.id – Gempa politik tengah melanda Pilkada di Sulteng lantaran banyak tak menyangka bahwa Ahmad Ali Waketum DPP Nasdem mampu mendapatkan dukungan dalam bentuk rekomendasi dari DPP Gerindra untuk maju sebagai Calon Gubernur Sulawesi Tengah.
Realitas ini tentu menimbulkan ‘gempa’ politik para elite Gerindra daerah, khususnya di seputaran Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulteng jalan Muh Hatta dan gedung Gubernuran Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
H. Rusdy Mastura sebagai petahana (incumbent) Calon Gubernur Sulteng dan juga pengurus (anggota dewan pembina) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra kecolongan menghadapi realitas ini. Dan tentu saja menjadi pukulan psikologis bagi barisan Sangganipa (1 kali lagi)
Sudah ramai menjadi bahan perbincangan di warung kopi (warkop), pasar, kedai, hingga di pelosok desa bahwa Ahmad Ali (AA) atau ‘Harapan Baru Sulteng’ akan mendapatkan rekomendasi dari mayoritas partai di antaranya, NasDem, Gerindra, PKB, PKS, Golkar, PAN, dan PDIP.
Jika ini benar adanya maka partai yang tersisa adalah Demokrat (8 kursi), PPP (1 kursi), PBB (1 kursi), dan Perindo (2 kursi) yang diperebutkan oleh Anwar Hafid sebagai Ketua DPD Demokrat Sulteng dan H. Rusdy Mastura sebagai Gubernur Sulteng (calon petahana).
Akankah AA menyapu bersih rekomendasi partai politik (parpol) dalam babak penyisihan perebutan perahu menuju pencalonan Gubernur Sulteng 2024-2029?.
Namun terlepas dari semua itu bahwa dunia politik semua bisa terjadi masih banyak jalan!
Wassalam penulis:
Andi Ridwan Bataraguru aktivis HMI era 90-an
Baca: Ada Gejala Borong Partai, Benarkah Terjadi Arogansi Kekuasaan Politik di Pilgub Sulteng?












Komentar