Menurut Gubernur Anwar Hafid, pendataan yang akurat menjadi kunci utama untuk menghindari kesalahan dan ketimpangan dalam penyaluran hak tenaga honorer.
Komitmen Keadilan bagi Honorer
Orang nomor satu di Sulteng itu menyampaikan pesan tegas kepada jajarannya. Ia tidak ingin ada pihak yang berlaku tidak adil, mengingat banyak tenaga honorer yang telah bekerja rajin namun belum terangkat sebagai pegawai paruh waktu maupun penuh waktu.
“Saya tidak ingin kita berlaku tidak adil kepada mereka. Terlebih banyak dari mereka yang rajin, tetapi belum terangkat sebagai pegawai paruh waktu maupun penuh waktu. Pastikan setiap honorer mendapatkan haknya dengan penuh tanggung jawab dan rasa keadilan,” tandasnya.
Rapat ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam menyelesaikan persoalan tenaga honorer secara menyeluruh, sekaligus memastikan kesejahteraan dan kepastian hak bagi seluruh tenaga non-ASN di daerah.








Komentar