gNews.co.id – Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti Kabupaten Buol saat Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, tiba di Bandar Udara Pogogul Abdul Karim Mbouw pada Selasa (27/5/2025).
Kedatangan orang nomor satu di Sulawesi Tengah ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Buol serta lapisan masyarakat yang telah menantikan kunjungannya.
Momen ini menandai kunjungan kerja perdana Gubernur Anwar Hafid ke Buol sejak dilantik, sekaligus menjadi ajang pelepas rindu dengan masyarakat setempat pasca Pemilihan Gubernur 2024.
Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk menghadiri dan membuka secara resmi kegiatan Rembuk Budaya Buol 2025, sebuah forum strategis yang digagas untuk memperkokoh identitas dan struktur adat masyarakat Buol.
Sepanjang perjalanan dari bandara, iring-iringan Gubernur Anwar Hafid, yang didampingi Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dan rombongan, disambut lambaian tangan dan senyum ceria dari masyarakat serta para siswa-siswi sekolah dasar hingga menengah atas yang berbaris rapi di tepi jalan di Kecamatan Momunu.
Pemandangan ini mencerminkan harapan besar dan dukungan penuh masyarakat Buol terhadap kepemimpinan baru di tingkat provinsi serta upaya pelestarian budaya lokal.
Rembuk Budaya Buol 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelestarian dan pengembangan adat istiadat Buol. Forum ini bertujuan merumuskan serangkaian rekomendasi krusial yang akan menjadi panduan ke depan.
Beberapa fokus utama meliputi penguatan kelembagaan Kerajaan dan Dewan Adat Buol, pembentukan sistem Peradilan Adat Buol yang efektif, pendirian Dewan Kesenian Buol untuk mewadahi kreativitas seni budaya, serta penguatan literasi Buol.
Inisiatif penting dalam literasi ini adalah memasukkan Bahasa Buol ke dalam kurikulum muatan lokal di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebuah langkah fundamental untuk memastikan regenerasi penutur bahasa ibu.
Seluruh hasil rekomendasi dari Rembuk Budaya ini nantinya akan menjadi landasan kuat bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Buol dalam mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kerajaan dan Dewan Adat Buol kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Langkah ini menunjukkan komitmen serius untuk memberikan payung hukum yang kokoh bagi eksistensi dan peran lembaga adat dalam tatanan masyarakat Buol modern.
Sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas komitmennya terhadap budaya, Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido juga dianugerahi gelar adat kehormatan Tau Doka oleh Raja Buol ke-7, Muhammad Safri Turungku.
Penganugerahan gelar ini dilaksanakan dalam suasana khidmat di Rumah Raja Buol, setelah Gubernur dan rombongan menunaikan ibadah Salat Zuhur di Masjid Agung Buol.
Kehadiran dan dukungan penuh Gubernur dalam Rembuk Budaya ini diharapkan dapat memberikan energi positif dan mempercepat realisasi upaya-upaya penguatan budaya dan adat istiadat di Kabupaten Buol, menjaga warisan leluhur agar tetap relevan dan lestari di tengah dinamika zaman.














Komentar