Selain Jerman, Pemprov Sulteng juga mempertimbangkan Tiongkok sebagai tujuan pendidikan, khususnya bagi pelajar yang ingin mendalami bidang teknik.
“Kita menargetkan minimal 50 orang per tahun, sehingga dalam lima tahun ada 250 lulusan luar negeri yang menjadi aset intelektual daerah,” tegas Anwar Hafid.
Penyerahan Sertifikat dan Penghargaan
Acara ini juga dimeriahkan dengan penyerahan sertifikat aset Pemprov Sulteng dari Kanwil BPN, mencakup 11 bidang lahan, termasuk lahan Sekolah Rakyat seluas 8 hektare.
Selain itu, diberikan pula penghargaan untuk:
– Sekolah Siaga Kependudukan (diterima oleh Kadis Pendidikan Sulteng)
– Sertifikat Assesor Kepariwisataan
– Satyalencana (10, 20, dan 30 tahun pengabdian)
– Pemenang Lomba Desa & Kelurahan se-Sulteng
Hadir dalam kesempatan ini Ketua TP-PKK Sulteng, Ir. Sri Nirwanty Bahasoan, jajaran Forkopimda, pejabat daerah, serta mitra terkait.
Dukungan untuk Generasi Muda
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing pemuda Sulteng di kancah global. Dengan bekal pendidikan dan pengalaman kerja di luar negeri, mereka diharapkan dapat kembali membangun daerah dengan pengetahuan dan keterampilan bertaraf internasional.








Komentar