gNews.co.id, Palu – Pemerintah Kabupaten Banggai mengikuti Rapat Koordinasi Pelaporan dan Evaluasi Realisasi APBD Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Ruang Polibu Setda Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu, 25 Juni 2025.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Hj. Reny A. Lamajido, yang didampingi Kepala Biro Administrasi Pembangunan Drs. Abdul Raaf Malik, M.Si., dan Kabag Pelaporan Muh. Rusli Ingolo, S.Kom., M.Si. Turut hadir Asisten II Setda Banggai, Mujiono Lasitata, S.H., M.H., serta Kabag Bibpram Banggai, Mulsandi, S.T., bersama perwakilan asisten dan bagian pembangunan kabupaten/kota se-Sulteng.
Dalam laporannya, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Provinsi Sulteng memaparkan bahwa capaian realisasi pendapatan daerah seluruh kabupaten/kota per Mei 2025 mencapai Rp5,66 triliun atau 29,28% dari target Rp19,31 triliun. Kabupaten Buol, Banggai Laut, dan Tolitoli mencatat realisasi tertinggi, sedangkan Bangkep, Morowali, dan Poso berada di peringkat terendah.
Adapun realisasi belanja daerah mencapai Rp4,91 triliun atau 24,32% dari total anggaran. Tolitoli menjadi yang tertinggi dalam penyerapan belanja daerah, sementara Morowali Utara mencatat yang terendah.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sulteng menegaskan pentingnya percepatan serapan anggaran di semester pertama tahun anggaran, sekaligus menyerukan efisiensi, khususnya terhadap belanja perjalanan dinas luar daerah dan kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung pada masyarakat. “Yang bersentuhan langsung dengan rakyat, silakan dilaksanakan. Tapi jangan hanya workshop dan sosialisasi,” tegas Reny.
Wagub juga mengingatkan agar setiap kabupaten/kota lebih aktif melaporkan pendapatan dan belanja rumah sakit BLUD ke sistem pelaporan elektronik agar pengawasan berjalan maksimal.
Asisten II Setda Banggai, Mujiono Lasitata, dihadapan Wakil Gubernur menyampaikan dalam laporannya bahwa realisasi APBD Kabupaten Banggai berada pada posisi normal dengan penyerapan di atas 30% untuk pendapatan maupun belanja. “Kami tetap menjaga tren positif ini meski sempat terganggu oleh alokasi dana untuk pelaksanaan PSU,” ujar Mujiono.
Ia juga menjelaskan bahwa kendala teknis dan administratif akibat perubahan struktur kegiatan serta penyesuaian anggaran turut mempengaruhi proses realisasi. Namun demikian, Kabupaten Banggai mampu menjaga posisi ideal sesuai dengan triwulan tahun anggaran berjalan.
Rapat ini diakhiri dengan arahan Wakil Gubernur kepada seluruh peserta agar segera mengklarifikasi hambatan masing-masing daerah demi menjaga akuntabilitas dan ketepatan realisasi anggaran sesuai perencanaan RPJMD dan RKPD tahun berjalan.














Komentar