Kemeriahan acara bertambah dengan kehadiran Rizky Lahadalia, putra pertama Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia.
Kehadiran Rizky bersama Fathur Razaq dan Wakil Gubernur di tengah-tengah masyarakat menciptakan suasana yang hangat dan akrab. Mereka terlihat aktif menyaksikan jalannya lomba, berinteraksi, dan berbaur dengan warga, yang disambut dengan kegembiraan.
Arena lomba dipenuhi oleh sorak-sorai penonton yang bergemuruh, diiringi dentuman musik tradisional yang membangkitkan semangat.
Derap langkah kencang sapi-sapi karapan menjadi pusat perhatian, menciptakan ketegangan dan euforia tersendiri.
Tahun ini, Karapan Sapi Duyu berhasil mengukuhkan dirinya bukan hanya sebagai ajang hiburan rakyat, tetapi juga sebagai momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan dan menguatkan identitas budaya masyarakat Sultenf di tengah derasnya arus modernisasi.
Baca: Kebangkitan Budaya dan Lingkungan: Lomba Perahu Layar Tradisional Pesisir Boya Talise








Komentar