Menghadapi situasi ini, Aliansi Peduli Lingkungan Sulteng mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), terutama Kapolres Parimo, untuk tidak tinggal diam.
Mereka menuntut langkah tegas berupa penutupan segera seluruh lokasi tambang ilegal.
Para pengunjuk rasa juga menyiratkan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam melindungi praktik haram tersebut.
“Karena kami menduga, mereka adalah salah satu oknum yang melindungi aktivitas pertambangan ilegal ini,” tegas Thalib.
Tim media mencoba menghubungi Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan ihwal penindakan hukum aktivitas PETI serta langkah yang diambil mengenai longsor di Tirtanagaya yang menelan tujuh korban jiwa.
Namun, tim media tidak mendapat tanggapan dari AKBP Hendrawan padahal sudah dihubungi berulang kali.
Baca: Siapa Pemburu Rente di Lambunu yang Diduga Main PETI? Warga Mengeluh Air Sungai Semakin Keruh








Komentar