Proses evakuasi korban yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Poso Pesisir Utara, Iptu Kurniadi menggunakan dua unit unit kendaraan jenis Jonder milik warga.
Korban kemudian berhasil dibawa ke rumah duka di Desa Kalora sekira pukul dan Desa Tambarana sekira pukul 17.10 Wita. Sedangkan tiba di Desa Kalora sekira Pukul 21.00 Wita.
Kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir tampaknya menjadi faktor penyebab longsor.
Meski cuaca tidak mendukung, para penambang tetap melanjutkan aktivitas mereka yang ilegal di lokasi tersebut.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan masyarakat dan menggarisbawahi perlunya penegakan hukum yang lebih ketat terhadap kegiatan pendulangan emas tanpa izin.
Keluarga korban telah memutuskan untuk tidak melakukan Visum Et Repertum (VER) terhadap jenazah.
Langkah selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan imbauan kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas pendulangan ilegal dan memperhatikan kondisi alam yang tidak bersahabat. Penertiban akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Insiden ini merupakan pengingat akan bahaya aktivitas pendulangan emas ilegal, terutama dalam kondisi cuaca buruk.
“Kami juga sudah mengimbau agar masyarakat menghormati larangan dan peraturan yang ada demi keselamatan bersama. Penegakan hukum yang tegas dan kesadaran masyarakat diharapkan dapat mencegah tragedi serupa terjadi lagi,” tutup Kapolsek Iptu Kurniadi.
Baca: Bersih-bersih PETI Lobu Parigi Moutong oleh Polda Sulteng, Mengapa tak Ada Tersangka?








Komentar