Ia juga mendorong agar segera dilakukan penelitian arkeologi lebih lanjut guna memastikan nilai sejarah serta pentingnya situs tersebut bagi khazanah budaya dan sejarah di Sulawesi Tengah.
“Keberadaan situs ini harus segera dilindungi. Jangan sampai rusak atau hilang akibat aktivitas tambang ilegal. Penelitian arkeologi juga penting agar nilai sejarahnya dapat diketahui secara ilmiah,” tegasnya.
Situs megalitikum di Lembah Napu dan sekitarnya selama ini dikenal sebagai salah satu warisan budaya prasejarah penting di Indonesia, mencakup berbagai bentuk seperti kalamba, tutu’na, dan batu bergores.
Jika terbukti sebagai situs serupa, temuan di Dongi-Dongi berpotensi menambah kekayaan sejarah kawasan tersebut.
Baca: Keberanian Negara Diuji di Dongi-Dongi: Tambang Ilegal Beroperasi, Enclave Bukan Kartu Bebas








Komentar