Mendiagnosis Vertigo, Ini Jenis Pemeriksaannya

Pemeriksaan Penunjang Vertigo

Beberapa pasien vertigo dapat dengan mudah didiagnosis secara klinis. Namun, ada beberapa pasien yang harus mendapatkan pemeriksaan penunjang mulai dari pencitraan, pengujian, dan pemantauan khusus dari dokter.

Adapun pemeriksaan penunjang vertigo yang sering dilakukan oleh dokter, di antaranya:

  1. Tes Pencitraan
    Tes pencitraan menjadi salah satu pemeriksaan penunjang vertigo. Bentuk pemeriksaannya berupa computerized tomography (CT) scan kepala atau magnetic resonance imaging (MRI) otak.

Untuk pemeriksaan penunjang ini, dokter akan memeriksa apakah ada indikasi khusus penyebab vertigo pada pasien. Misalnya, ada abnormalitas neurologis atau penyakit yang menyerang sistem saraf, seperti otak, otot, dan saraf tulang belakang.

Selain itu, pemeriksaan dengan CT scan dan MRI untuk melihat adanya kecurigaan ke arah stroke. Sebab, vertigo juga merupakan kumpulan gejala yang dapat dipicu penyumbatan aliran darah.

  1. Tes Pendengaran
    Tes pendengaran dilakukan untuk mengetahui adanya kemungkinan gangguan pada telinga. Pemeriksaan ini sering disebut dengan pemeriksaan audiometri. Pemeriksaan ini menggunakan sebuah mesin bernama audiometer untuk menghasilkan suara dengan volume tertentu.

Nanti pasien akan diminta untuk mendengarkan suara paling lembut hingga pada volume tertentu. Pendengaran pasien tersebut kemudian dievaluasi oleh dokter. Hasilnya dapat menentukan apakah ada gangguan yang menjadi penyebab vertigo.

Vertigo merupakan keluhan sakit kepala dengan sensasi berputar yang mengganggu. Untuk itu, kamu perlu pemeriksaan khusus agar keluhan tidak sering kambuh.

Jangan ragu untuk mengonsultasikan kondisi kesehatanmu ke dokter THT atau dokter spesialis saraf jika memang mengalami gejala vertigo.

Sumber | Kd

Komentar