Kecurigaan ini semakin menguat di tengah sorotan sebelumnya terhadap kualitas pengerjaan proyek.
Warga telah melaporkan bahwa rabat beton yang digunakan tidak memakai plastik cor dan hanya menggunakan besi berukuran 6 milimeter, yang dianggap tidak memenuhi spesifikasi teknis untuk jalan yang harus menahan beban berat.
“Kualitas rabat betonnya saja sudah diragukan. Sekarang, quarry-nya pun tidak jelas. Malah ada yang bilang material pasirnya diambil dari sungai yang dilarang ditambang,” katanya.
Merespons hal ini, warga mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.
Mereka meminta agar dilakukan pengecekan lapangan terhadap sumber material dan kualitas pekerjaan proyek untuk memastikan bahwa anggaran negara senilai Rp17,4 miliar tersebut digunakan secara transparan, efektif, dan sesuai dengan peraturan serta spesifikasi teknis yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak PT Surya Lima Perkasa dan Dinas BMPR Sulteng belum berhasil.
Baca: Berikut Nama dan Alamat Pemilik PT Surya Lima Jaya yang Diduga Culas Kerjakan Proyek Rp17,4 Miliar








Komentar