Keluarga juga menyoroti proses transfusi darah yang dinilai lambat, serta rencana rujukan ke Palu yang batal dengan alasan pasien drop dan berisiko jika diperjalanan.
Menurut informasi yang dihimpun, Rudin masuk rumah sakit sekitar sepekan lalu dengan keluhan sakit tenggorokan. Setelah didiagnosis amandel, ia disarankan menjalani operasi.
Yusrin mengemukakan, pasien masuk ruang operasi pukil 12.00, dan dibawa ke ruang ICU pukul 19.00 Wita.
“Almarhum masuk RSU Kodal Senin, 9 Pebruari dan dioperasi 10 Pebruari.
Ada jeda waktu panjang pasca operasi, terjadi pendarahan sampai dia meninggal,” tutur Yusrin Elbana.
Namun, katanya, keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan detail terkait risiko pascatindakan.
DPRD Morut Turun Tangan
Merespons situasi ini, dua anggota DPRD Morowali Utara, Ketua Komisi I Arief Ibrahim dan Arman Purnama Marunduh turut hadir untuk membantu koordinasi agar keluarga memperoleh penjelasan yang utuh.
Keduanya juga menyampaikan ungkapan dukacita mendalam atas kepergian Rudin.
Manajemen RSUD Kolonodale menyatakan terbuka untuk memberikan penjelasan lebih lanjut secara resmi guna menjawab pertanyaan keluarga dan masyarakat terkait kronologis medis serta langkah-langkah yang telah ditempuh selama perawatan pasien.
Baca: KTU RS Kolonodale Ditengarai Tolak Permintaan Keluarga Pasien Pakai Ambulans: Sangat Mengecewakan!











Komentar