PB Alkhairaat Matangkan Silatnas 2026, Targetkan Panitia Rampung Sepekan

gNews.co.id – Pengurus Besar (PB) Alkhairaat mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alkhairaat 2026.

Persiapan itu dilakukan melalui rapat pembentukan panitia yang digelar di kediaman Fadel Muhammad, Jakarta, Senin (12/10/2026) malam.

Rapat dibuka oleh Ketua Umum PB Alkhairaat HS Mohsen Alaydrus dan dihadiri sejumlah tokoh Alkhairaat, termasuk Ketua Dewan Pembina Alkhairaat, Fadel Muhammad.

Silatnas 2026 dirancang sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan eksistensi dan kontribusi Alkhairaat di tingkat nasional sekaligus menyongsong Satu Abad Alkhairaat. Selama ini, pelaksanaan Silatnas lebih banyak terpusat di Palu, Sulawesi Tengah.

Ketua Umum PB Alkhairaat HS Mohsen Alaydrus menegaskan, penyelenggaraan Silatnas di Jakarta merupakan langkah penting untuk memperluas pengenalan Alkhairaat sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang memiliki peran besar dalam kehidupan bangsa.

“Sebagai ormas, Alkhairaat juga seperti NU dan Muhammadiyah. Karena itu, kita laksanakan Silatnas di Jakarta. Kita juga belum pernah mengundang jam’iyah Alkhairaat yang ada di Jakarta,” katanya.

Fadel Muhammad menekankan pentingnya menghadirkan tokoh-tokoh nasional dalam Silatnas agar Alkhairaat semakin dikenal luas dan tidak lagi dipandang sebagai organisasi yang hanya memiliki pengaruh regional.

Menurutnya, Alkhairaat memiliki basis anggota dan jaringan besar, terutama di kawasan Indonesia timur.

Karena itu, sudah saatnya organisasi yang didirikan sebelum kemerdekaan Indonesia tersebut memperkuat eksistensi dan kontribusinya di tingkat nasional.

“Silatnas ini kita jadikan momentum untuk mengundang tokoh-tokoh nasional sekaligus mengenalkan Alkhairaat di tingkat nasional. Selama ini, kita dianggap sebagai ormas regional. Sudah waktunya sekarang kita perkenalkan eksistensi Alkhairaat di tingkat nasional,” ujar Fadel.

Ia menilai penguatan eksistensi nasional akan membuka peluang lebih luas bagi Alkhairaat untuk berkontribusi dalam pembangunan, termasuk melalui dukungan dan program pemerintah yang dapat menjangkau organisasi tersebut.

Fadel juga menyampaikan bahwa berdasarkan inventarisasi yang telah dilakukan, jaringan Alkhairaat tersebar di berbagai wilayah dengan jumlah mendekati 2.000.

Hal itu menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Alkhairaat di tingkat nasional.

Dalam rapat tersebut, Samsuddin Pay didaulat sebagai Ketua Panitia Silatnas Alkhairaat 2026. Kegiatan direncanakan berlangsung di salah satu hotel di Jakarta dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, termasuk para menteri, di antaranya Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Komwil dan Komda Alkhairaat se-Indonesia.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. K.H. Khairan M. Arif mengatakan, nama Alkhairaat telah dikenal luas dan memiliki kedudukan penting dalam sejarah organisasi kemasyarakatan di Indonesia.

Karena itu, Silatnas perlu menjadi kesempatan untuk menunjukkan peran Alkhairaat yang sejajar dengan organisasi besar lainnya, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Ia juga mengusulkan agar tema Silatnas memuat semangat Indonesia Emas 2045, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum untuk merumuskan kontribusi Alkhairaat bagi masa depan bangsa.

Sementara itu, Shauqi Maskati mengatakan Silatnas Alkhairaat nantinya menjadi forum konsolidasi organisasi dan diharapkan menjadi ruang rekonsiliasi bagi keluarga besar Alkhairaat, sehingga berbagai unsur dan jaringan organisasi dapat kembali memperkuat kebersamaan.

Baca: Silaturahmi Pengurus: Gubernur Anwar Hafid Setujui Munas V PP HPA Digelar Desember

Komentar