gNews.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan komitmennya dalam membangun fondasi pemerintahan yang berintegritas dengan pendekatan spiritual yang berimbang dan inklusif.
Setelah sukses menyelenggarakan retret bagi pejabat beragama Muslim, Pemprov Sulteng menggelar Retret Khusus bagi Pejabat Beragama Nasrani.
Kegiatan yang berlangsung dari 30 Januari hingga 1 Februari ini diikuti oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator (Eselon II), dan Pengawas (Eselon III) di lingkungan Pemprov Sulteng.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa retret lintas agama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ikhtiar sungguh-sungguh untuk membangun kepemimpinan yang bersih dan amanah.
Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kecakapan teknokratis, tetapi harus ditopang oleh kekuatan moral dan spiritual para pemimpinnya.
“Kalau pemimpinnya takut kepada Tuhan, kebijakannya akan berpihak kepada rakyat,” tegas Gubernur Anwar Hafid dalam pernyataannya.
Retret yang dikelola oleh Koordinator Adiman yang menjabat Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Sulteng ini dirancang untuk meningkatkan kualitas iman sekaligus meneguhkan integritas pejabat dalam menjalankan amanah jabatan.
“Melalui retret ini, kami membentuk karakter pejabat yang berintegritas dan akuntabel agar nilai spiritual benar-benar tercermin dalam kinerja dan pelayanan publik,” jelas Adiman.
Selama tiga hari, para peserta mengikuti serangkaian kegiatan doa, ibadah, serta pembekalan materi rohani dan kepemimpinan Kristen yang diisi oleh sejumlah pembicara kompeten. Pdt. Martino mengulas tantangan mengalahkan kuasa dunia melalui iman dan karakter Kristen.
Baca: Retret di Masjid Ala Gubernur Anwar Hafid: Tekankan Fondasi Spiritual Kepemimpinan ke Kepala OPD








Komentar