Sementara itu, Pdt. Dharma Putera Sallata dari Gereja Toraja menekankan kuasa doa dalam mencapai tujuan yang penuh damai sejahtera.
Pdt. Armin Robert Tamalanga dari Gereja GKST membahas secara mendalam tantangan mencapai tujuan dalam iman Kristen.
Adiman menambahkan bahwa selain penguatan spiritual individu, retret ini juga membekali para pejabat dengan nilai moderasi beragama.
Hal ini mendorong mereka untuk menjadi agen toleransi, menghargai perbedaan, serta melayani seluruh masyarakat Sulteng secara adil tanpa diskriminasi.
Pendekatan pemerintahan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido yang humanis dan religius ini semakin menegaskan visi mereka dalam membangun birokrasi yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan.
Nilai-nilai iman diharapkan dapat menjadi benteng kokoh bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari godaan duniawi yang merusak integritas, seperti korupsi, kelalaian tugas, dan minimnya inovasi.
Dengan fondasi karakter yang kuat, Pemprov Sulteng optimis dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, harmonis, dan berkeadilan untuk kemajuan Sulteng.








Komentar